Jaka Kurniawan, Siswa SMA Persatuan Kedungpring yang Terus Berjuang Meniti Karier Sepak Bola Bersama Persela U-17

  • Bagikan

LAMONGAN | SMAPER – Memiliki impian menjadi pemain sepak bola profesional tidak membuat Jaka Kurniawan, siswa kelas XI A1 SMA Persatuan Kedungpring, berhenti berjuang. Kecintaannya terhadap sepak bola sejak kecil menjadi awal perjalanan hingga berhasil mendapatkan kesempatan bergabung dengan Persela U-17.

Perjalanan Jaka untuk menjadi bagian dari tim muda Persela tidaklah mudah. Ia harus melewati berbagai tahapan latihan dan seleksi serta menghadapi persaingan dengan banyak pemain lainnya. Berbekal kedisiplinan, kerja keras, dan tekad yang kuat, ia terus berusaha mengembangkan kemampuannya.

Kesempatan membela Persela U-17 menjadi salah satu pengalaman paling berharga baginya. Bersama tim tersebut, Jaka mengikuti ajang Piala Soeratin Regional Jawa Timur. Meski perjuangan tim harus terhenti di babak 16 besar, pengalaman tersebut tidak membuatnya berhenti melangkah.

Justru setelah turnamen berakhir, Jaka tetap melanjutkan latihan untuk mempersiapkan diri menghadapi kompetisi berikutnya. Saat ini, ia tengah menjalani latihan bersama tim POPDA Lamongan. POPDA merupakan ajang kompetisi olahraga antarkabupaten di Jawa Timur yang menjadi kesempatan bagi para atlet muda untuk menunjukkan kemampuan mereka.

Menariknya, tim POPDA Lamongan yang diikutinya sebagian besar diisi oleh pemain-pemain yang sebelumnya pernah memperkuat Persela U-17. Hal tersebut tidak terlepas dari peran pelatih POPDA Lamongan yang juga merupakan pelatihnya ketika bergabung dengan Persela U-17.

Tidak berhenti sampai di situ, setelah mengikuti POPDA, Jaka juga berkesempatan kembali menjalani latihan untuk persiapan turnamen EPA (Elite Pro Academy) Championship.

Di balik perjalanan tersebut, Jaka mengaku bahwa dukungan keluarga, pelatih, dan teman-teman memiliki peran penting dalam membangun semangatnya. Ia juga menyadari bahwa kegagalan dan persaingan merupakan bagian dari proses yang harus dihadapi. Baginya, setiap kegagalan menjadi bahan introspeksi untuk memperbaiki kemampuan diri.

Motivasi terbesarnya adalah menjadi pemain profesional, membanggakan keluarga, serta membawa nama Lamongan hingga ke tingkat internasional. Bahkan, ia memiliki impian besar untuk suatu hari nanti dapat membela Tim Nasional Indonesia.

Melalui perjalanannya, Jaka menyampaikan pesan kepada generasi muda agar tidak takut memiliki impian dan tidak mudah menyerah dalam mengejarnya. Sebab, menurutnya, setiap kesuksesan membutuhkan proses dan perjuangan.

Kisah Jaka menjadi bukti bahwa perjalanan menuju cita-cita tidak selalu berjalan mulus. Namun, dengan kerja keras, kedisiplinan, dan dukungan orang-orang terdekat, setiap kesempatan dapat menjadi langkah untuk meraih impian yang lebih besar. [SIS]

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *