LAMONGAN | SMAPER — Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kecamatan Kedungpring, Kabupaten Lamongan, menyisakan cerita inspiratif. Di tengah kemeriahan parade budaya tingkat SMA/SMK/MA sederajat, kontingen dari SMA Persatuan Kedungpring (SMAPER) berhasil keluar sebagai salah satu pusat perhatian ribuan warga yang memadati jalur karnaval.
Mengusung tema kearifan lokal, para pelajar SMAPER menyuguhkan pementasan jalanan yang kaya warna dan filosofi. Mereka menampilkan perpaduan apik antara keanggunan busana Manten Lamongan, dinamika kelincahan Tari Boran dan Tari Caping, hingga atraksi seni Barongan yang merefleksikan denyut nadi kehidupan petani serta nelayan setempat. Koreografi yang apik dan kostum meriah sukses membius penonton di sepanjang rute.
Namun, di balik keelokan visual yang disajikan, tersimpan perjuangan fisik dan mental yang tidak mudah. Rute pawai yang panjang menguras energi para peserta secara signifikan. Tantangan kian berat ketika gangguan teknis pada perangkat pengeras suara (sound system) sempat mendera di tengah jalan, memicu kecemasan dan kekecewaan di barisan peserta.
Kendati demikian, hambatan tersebut justru menjadi panggung uji mental bagi para siswa. Berbekal disiplin dan rasa tanggung jawab yang tinggi, mereka memilih untuk tidak menyerah. Barisan tetap merapatkan barisan, meneruskan langkah hingga garis akhir dengan penuh percaya diri. Kepenatan dan ketegangan emosional seketika terbayar lunas saat gemuruh tepuk tangan penonton bergemuruh menyambut kedatangan mereka di garis akhir.
Lebih dari sekadar kemeriahan perayaan tahunan, keikutsertaan dalam karnaval ini menjelma menjadi ruang pendidikan karakter yang nyata. Bagi keluarga besar SMA Persatuan Kedungpring, momen HUT ke-81 RI ini menjadi simbol ketahanan mental, arti penting kerja sama tim, sekaligus wujud nyata kecintaan generasi muda terhadap identitas budaya lokal Lamongan.
[Reporter: Talitha Nasywa Arianti_SMAPER]



